Modul 1

Pengenalan Jaringan

Pada modul ini saya akan membahas tentang pengenalan jaringan, semoga postingan saya ini bermanfaat bagi teman-teman.

Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama

Tujuan dari jaringan komputer adalah:

* Membagi sumber daya: contohnya berbagi pemakaian printer, CPU, memori, harddisk
* Komunikasi: contohnya surat elektronik, instant messaging, chatting
* Akses informasi: contohnya web browsing

Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta layanan disebut klien (client) dan yang memberikan layanan disebut pelayan (server). Arsitektur ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.

Klasifikasi Berdasarkan skala :

* Personal Area Network (PAN)
* Campus Area Network (CAN)
* Local Area Network (LAN): suatu jaringan komputer yang menghubungkan suatu komputer dengan komputer lain dengan jarak yang terbatas.
* Metropolitant Area Network (MAN): prinsip sama dengan LAN, hanya saja jaraknya lebih luas, yaitu 10-50 km.
* Wide Area Network (WAN): jaraknya antar kota, negara, dan benua. ini sama dengan internet.
* Global Area Network (GAN)

Berdasarkan fungsi : Pada dasarnya setiap jaringan komputer ada yang berfungsi sebagai client dan juga server. Tetapi ada jaringan yang memiliki komputer yang khusus didedikasikan sebagai server sedangkan yang lain sebagai client. Ada juga yang tidak memiliki komputer yang khusus berfungsi sebagai server saja. Karena itu berdasarkan fungsinya maka ada dua jenis jaringan komputer:

* Client-server

Yaitu jaringan komputer dengan komputer yang didedikasikan khusus sebagai server. Sebuah service/layanan bisa diberikan oleh sebuah komputer atau lebih. Contohnya adalah sebuah domain seperti http://www.detik.com yang dilayani oleh banyak komputer web server. Atau bisa juga banyak service/layanan yang diberikan oleh satu komputer. Contohnya adalah server jtk.polban.ac.id yang merupakan satu komputer dengan multi service yaitu mail server, web server, file server, database server dan lainnya.

* Peer-to-peer

Yaitu jaringan komputer dimana setiap host dapat menjadi server dan juga menjadi client secara bersamaan. Contohnya dalam file sharing antar komputer di Jaringan Windows Network Neighbourhood ada 5 komputer (kita beri nama A,B,C,D dan E) yang memberi hak akses terhadap file yang dimilikinya. Pada satu saat A mengakses file share dari B bernama data_nilai.xls dan juga memberi akses file soal_uas.doc kepada C. Saat A mengakses file dari B maka A berfungsi sebagai client dan saat A memberi akses file kepada C maka A berfungsi sebagai server. Kedua fungsi itu dilakukan oleh A secara bersamaan maka jaringan seperti ini dinamakan peer to peer.

PRAKTIKUM

dalam praktikum ini kita akan memakai beberapa aplikasi yang disediakan oleh jaringan

Mengendalikan komputer dari jarak jauh

Melalui windows

Langkah : Menyambung ke komputer jarak jauh
Untuk menyambung ke komputer jarak jauh berbasis Windows XP , ikuti langkah berikut:

Log on ke komputer berbasis Windows lokal.
Pastikan bahwa Anda terhubung ke Internet atau untuk LAN. Jika Anda memerlukan koneksi dial-up ke virtual private network (VPN) atau akses Remote server, menyambung ke.
Klik mulai, arahkan ke Semua program, arahkan ke aksesoris, titik komunikasi, dan kemudian klik Remote Desktop Connection.
Klik pilihan.
Dalam daftar komputer , ketik nama host atau alamat IP dari komputer yang Anda inginkan untuk terhubung.
Ketik nama pengguna, sandi, dan domain (jika berlaku) account yang Anda telah memungkinkan akses remote ke dalam kotak yang sesuai, dan kemudian klik Connect.
Dalam Log On ke Windows kotak dialog yang muncul, ketik sandi account dengan hak akses remote ke kotak Password .
Dalam Log on ke daftar, jika berlaku, pilih domain atau komputer remote yang Anda inginkan, dan kemudian klik OK.

Remote desktop akan ditampilkan di jendela pada desktop. seperti berikut :

modul 1 (1)

pada praktikum ini menggunakan sebuah software Teamviewer 8,

modul 1 (2)

Saat jendela TeamViewer muncul seperti di atas akan terlihat kolom ID dan Password. Untuk diperhatikan bahwa ID dan Password digunakan untuk melakukan koneksi dengan komputer yang akan terhubung dengan komputer anda. Dan password ini akan berubah-berubah setiap kali TeamViewer Launch.

Remote linux dari windows

pertama masuk ke linux dan pastikan paket ssh-server sudah terinstal, lalu masuk ke windows dan jalankan putty ssh client seperti berikut :

modul 1 (3)

File sharing dengan FTP (File transfer Protocol)

Linux

install sudo apt-get update
sudo apt-get install proftpd-basic

lalu tes koneksi dengan menggunakan ftp client :

modul 1 (3)

 

Modul 2

Pengenalan Peralatan Jaringan dan Teknik Pengkabelan

Selanjutnya pada modul ini saya akan membahas tentang  pengenalan peralatan jaringan dan teknik pengkabelan. CEKIDOT!!!

Perangkat Jaringan

Supaya beberapa komputer saling terhubung, maka diperlukan perangkat yang menghubungkan 2 komputer atau lebih. Perangkat – perangkat tersebut adalah sbb :

  1. PC (Personal Computer)
  2. Network Interface Card (NIC)
  3. Media (Kabel dan Non Kabel atau waireless)
  4. Konsentrator (Hub/Switch)

Network Interface Card (NIC)

Merupakan suatu card yang ditanam di komputer yang berguna untuk menghubungkan dengan komputer lain.

Pada motherboard komputer biasanya ada slot (tempat menancap card) yang disebut expansion slot. Slot ini biasa juga dipakai untuk menancapkan VGA Card untuk menghubungkan antara CPU dan monitor. Dan salah satu dari slot itu bisa dipakai untuk menancapkan NIC Card, supaya komputer kita bisa terhubung dengan jaringan.

Kadang-kadang sekarang NIC Card sudah termasuk dalam fasilitas Motherboard kita (onboard), sehingga kita tidak perlu lagi susah-susah memasangnya.

Ada 3 tipe yaitu ISA, PCI dan PCMCIA. ISA bentuk slotnya panjang, sudah tidak terpakai lagi. Slot PCI lebih pendek dari ISA, tetapi meskipun lebih pendek mendukung kecepatan I/O yang lebih cepat. Untuk Laptop dikenal PCMCIA Card, mirip kartu kredit sedikit tebal.

PRAKTIKUM :

Pada praktikum modul ini, saya akan menjelaskan tentang bagaimana memasang kabel cross-over dan straight.

1.      Teknik Pengkabelan (Cross Cable)

Langkah-langkah untuk membuat kabel UTP dengan bentuk penampang straight cable dan cross cable :

  1. Putih-orange
  2. Orange
  3. Putih-hijau
  4. Biru
  5. Putih-biru
  6. Hijau
  7. Putih-coklat
  8. Coklat

–          Chek kabel dengan menggunakan fluke.

–          Hubungkan kabel UTP dengan fluke ke remote

–          Tekan tombol test, apabila lampu indikator berjalan tidak sesuai dengan hubungan warna kabel yang benar maka kabel ada kesalahan.

–          Potong ujung kabel UTP, kemudian kuliti kabel tersebut sampai terlihat kabel yang berwarna-warni.

–          Tata kabel yang berwarna-warni tersebut sesuai dengan aturan bentuk penampang cross cable, yaitu :

–          Rapikan ujung kabel dengan tang krempeng kemudian hubungkan dengan konektor RJ 45 sampai benar-benar kuat.

–          Tes lagi kabel dengan fluke, apabila kabel sudah benar maka jalannya lampu indikator akan sesuai dengan aturan bentuk penampang cross cable.

Langkah-langkah pengkabelan straight

Kabel straight merupakan tipe pengkabelan yang paling mudah dibuat, karena susunannya yang urut. Standard susunannya adalah sebagai berikut :

  1. Putih-orange
  2. Orange
  3. Putih-hijau
  4. Biru
  5. Putih-biru
  6. Hijau
  7. Putih-coklat
  8. Coklat

, maksudanya putih orange adalah pasangan putih orange dan orange. Demikian juga untuk warna yang lain. Walaupun sebenarnya susunan warna disini boleh juga dibolak-balik.

Pengkabelan tipe straight : Pengkabelan tipe straigh biasa digunakan untuk menghubungkan dua device yang berbeda, misalnya PC dan HUB, atau laptop dan HUB.

 

Modul 3

Konfigurasi Jaringan Dasar dan

Perintah Dasar Jaringan Untuk Troubleshooting

Pada modul ini saya akan membahas tentang Konfigurasi dasar dan perintah dasar jaringan untuk troubleshooting. CEKIDOT !!!

Agar dapat mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta/menerima layanan disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim layanan disebut peladen (server). Desain ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.

Beberapa jenis/tipe koneksi secara fisik yang dikenal menggunakan tipe bus, star, ring dan lain-lain. Sedangkan topologi secara logik jaringan merupakan aturan supaya perangkat jaringan bisa saling berkomunikasi. ada beberapa jenis topologi logik yang dikenal saat ini yaitu :

1. Aturan bagaimana data di transmisikan lewat media

  • Arsitektur Ethernet

Yang paling banyak digunakan karena relatif sederhana dan murah dan tidak memerlukan instalasi yang rumit.

  • Arsitektur Token Ring

Dikembangkan oleh IBM dengan standar IEEE 802.5 dimana setiap komputer berada dalam satu lingkaran (ring).

  • Arsitektur FDDI

FDDI kepanjangan dari Fiber Distributed data Interface, merupakan protokol yang menggunakan serat optik ganda . Serat optik terdiri dari dua lingkaran primary dan secondary. Dalam proses transfer data, hanya lingkaran primary yang digunakan, namum bila primary megalami kegagalan secara otomatis akan diambil alih oleh secondary.

  • Arsitektur ATM

ATM kepanjangan dariu Asynchronous Trnasfer Mode, yang menggunakan suatu arsitektur yang menggunakan frame secara tetap yaitu 53 bit. Dengan penggunaan frame secara tetap, dapat diketahui ketepatan pengiriman paket data.

  • ArsitekturArcNet

Dikembangkan oleh Datapoint Corp. tapi tidak memperoleh standar dari IEEE. Walaupun termasuk jaringan yang mudah dan murah namun memiliki kecepatan transfer data yang rendah, kurang lebih 2,5 Mbps.

PRAKTIKUM

  1. Jalankan perintah “dmesg | grep eth”, catat dan analisa hasilnya. Jika tidak ada keluaran konfirmasikan ke dosen/asisten praktikum.
  2. Lepaskan kabel jaringan, lakukan perintah mii-tool
  3. Pasangkan lagi kabel jaringan dan lakukan perintah mii-tool
  4. Catat hasil dari perintah “lspci” sebelum dan sesudah melepas kabel
  5. jalankan perintah ”arp –a” dan catat hasilnya , buka beberap terminal baru lagi dan jalankan perintah ”ping no_ip_tujuan” ke beberapa komputer sebelah (tanya nomor IP tersebut ke teman). Pada terminal pertama lakukan perintah arp –a sekali lagi . Catat hasilnya dan bandingkan dengan hasil arp yang pertama, analisa hasilnya
  6. Jalankan perintah ”ifconfig”, catat hasilnya.
  7. Jalankan perintah route –n, catat hasilnya.
  8. Pastikan anda terhubung ke internet, mintalah tolong ke dosen/asisten praktikum jika belum bisa terhubung ke internet.
  9. Jalankan perintah ”traceroute” dan ”mtr” ke :

Catat hasilnya

  1. Buka halaman http://www.eepis-its.edu dengan web browser, kemudian sebelum koneksi selesai, buka terminal dan catat hasil koneksi dengan perintah “netstat -natu”
  2. Jalankan perintah netconfig, isikan data berikut ip: 192.168.1.xx (xx mulai 1-254, koordinasikan dengan teman anda agar tidak ada yang memakai nomor yang anda ambil. Isikan juga netmask :255.255.255.0 yang lain dikosongi terlebih dahulu dan tekan tombol OK.
  3. Selanjutnya jalankan perintah ifconfig catat hasilnya. Bandingkan dengan ketika anda menjalankan perintah ifconfig pada nomor 6, apa hasilnya ?
  4. Jalankan perintah netstat, catat hasilnya

Apabila kita menginginkan untuk melihat ethernet card yang kita punya, tentunya perintah dmesgtidak akan membantu kita menemukannya dengan tepat karena output yang dihasilkan banyak sekali dan kita harus memeriksanya baris-per baris. Nah, untuk itu diperlukan perintah grep untuk menyaring apa yang kita cari.

  1. 1.    Mengecek IP Address dari komputer kita sendiri (host). Perintah ifconfig ini memeriksa apakah di layer jaringan (layer 3) sudah beres ataukah belum.

derizal@Laptop-Kuring:~$ ifconfig
eth0      Link encap:Ethernet  HWaddr 00:26:22:0d:92:6f
UP BROADCAST MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
RX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:0 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:0 (0.0 B)  TX bytes:0 (0.0 B)
Interrupt:17

lo        Link encap:Local Loopback
inet addr:127.0.0.1  Mask:255.0.0.0
inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
UP LOOPBACK RUNNING  MTU:16436  Metric:1
RX packets:30 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:30 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0
RX bytes:2240 (2.2 KB)  TX bytes:2240 (2.2 KB)

wlan0     Link encap:Ethernet  HWaddr 00:1e:65:5b:c1:80
inet addr:172.124.102.161  Bcast:172.124.103.255  Mask:255.255.252.0
inet6 addr: fe80::21e:65ff:fe5b:c180/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST  MTU:1500  Metric:1
RX packets:3793 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:1366 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:2223497 (2.2 MB)  TX bytes:135813 (135.8 KB) TX bytes:135813
(135.8 KB)

Karena komputer memakai Wireless, hanya terlihat IP address wlan0, yaitu 172.124.102.161. IP ini didapatkan dari DHCP server lokal.

2.    Memeriksa Table Routing

derizal@Laptop-Kuring:~$ route
Kernel IP routing table
Destination     Gateway         Genmask         Flags Metric Ref Use Iface
172.124.100.0   *               255.255.252.0   U     2      0      0 wlan0
link-local      *               255.255.0.0     U     1000   0      0 wlan0
default         hotspot.paramad 0.0.0.0         UG    0      0      0 wlan0

3.    Mengecek koneksi digunakan protokol ICMP dengan erintah ping atau traceroute

derizal@Laptop-Kuring:~$ ping parmagz.paramadina.ac.id
PING parmagz.paramadina.ac.id (117.102.101.88) 56(84) bytes of data.
64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=1 ttl=63 time=3.17 ms
64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=2 ttl=63 time=0.995 ms
64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=3 ttl=63 time=1.85 ms
64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=4 ttl=63 time=1.49 ms
64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=5 ttl=63 time=1.05 ms
64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=6 ttl=63 time=1.12 ms
64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=7 ttl=63 time=1.01 ms
64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=8 ttl=63 time=1.00 ms
64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=9 ttl=63 time=1.05 ms
64 bytes from hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88): icmp_seq=10 ttl=63 time=0.987 ms
//dst
— parmagz.paramadina.ac.id ping statistics —

39 packets transmitted, 39 received, 0% packet loss, time 38060ms
rtt min/avg/max/mdev = 0.923/1.363/8.017/1.161 ms
derizal@Laptop-Kuring:~$ traceroute parmagz.paramadina.ac.id
traceroute to parmagz.paramadina.ac.id (192.168.30.14), 30 hops max, 60 byte packets
1  hotspot.paramadina.ac.id (172.124.100.1)  1.857 ms  2.945 ms  3.020 ms
2  hosting.paramadina.ac.id (117.102.101.88)  3.454 ms  3.732 ms  3.750 ms

//ternyata untuk sampai pada domain parmagz.paramadina.ac.id komputer harus melewati hotspot.paramadina.ac.id, kemudian
//ke hosting.paramadina.ac.id
//Contoh di atas unntuk domain local, sekarang kita coba domain luar

derizal@Laptop-Kuring:~$ traceroute koprol.com
traceroute to koprol.com (124.108.78.118), 30 hops max, 60 byte packets
1  hotspot.paramadina.ac.id (172.124.100.1)  1.836 ms  4.222 ms  4.317 ms
2  * * *
3  * * *
4  * * *
5  * id-jkt-mid-igw-3.biznetnetworks.com (202.169.34.90)  10.946 ms  11.331 ms
6  sg-sin1-equ.biznetnetworks.com (202.169.34.252)  24.240 ms  15.866 ms  15.852 ms
7  p24018.sgw.equinix.com (202.79.197.3)  16.420 ms  16.919 ms  17.041 ms
8  xe-0-0-0.msr1.sg1.yahoo.com (203.84.211.2)  15.274 ms xe-0-0-0.msr2.sg1.yahoo.com (203.84.211.6)  15.212 ms  17.074 ms
9  gi-3-1.bas-d1.sg1.yahoo.com (124.108.112.18)  16.681 ms gi-3-2.bas-d2.sg1.yahoo.com (124.108.112.30)  16.282 ms  16.356 ms

Gabungan antara ping dan traceroute adalah mtr. mtr merupakan tools untuk mendiagnosa jaringan.

derizal@Laptop-Kuring:~$ mtr
My Traceroute [v. 0.75]
Laptop-Kuring (0.0.0.0)
Keys : Help Display Mode Restart sattistics Order of Fields quit
Packets   Pings
Host       Loss% Snt Last Avg Best Wrst  StDev
1.hotspot.paramadina.ac.id    0.0% 34 0.9 7.4 0.9 89.7 20.0
1.117.102.101.88     0.0% 33 1.0 2.4 0.9 21.6 3.5

4.    Melihat Mac Address yang baru saja mengontak host kita.

derizal@Laptop-Kuring:~$ arp
Address                  HWtype  HWaddress           Flags Mask            Iface
hotspot.paramadina.ac.i  ether   00:0c:42:43:5b:cd   C                     wlan0
172.124.100.96           ether   00:0c:42:43:5b:cd   C                     wlan0
172.124.100.135          ether   00:0c:42:43:5b:cd   C                     wlan0
user-b0e54d4878.local    ether   00:0c:42:43:5b:cd   C                     wlan0
user-b0e54d4878.local    ether   00:0c:42:43:5b:cd   C                     wlan0

 

 

 

 

 

 

 

 

5. Melihat IP Address dari suatu domain.

derizal@Laptop-Kuring:~$ nslookup mail.paramadina.ac.id
Server:  172.124.100.1
Address: 172.124.100.1#53

Non-authoritative answer:
Name: mail.paramadina.ac.id
Address: 192.168.30.10

 

 

 

 

berikut perintah wajib yang harus diketahui oleh Administrator Jaringan, dalam contoh di bawah ini menggunakan Linux, untuk mempraktekkan ketikkan pada konsole Linux.

lspci

lscpi adalah sebuah utility untuk menampilkan informasi semua tentang PCI didalam system dan semua device yang terhubung kepadanya.

Penggunaan lspci ditambah dengan option sebagai berikut :

-v Be verbose

-n Show numeric ID’s

-b Bus-centric view (PCI addresses and IRQ’s instead of those seen by the CPU)

-x Show hex-dump of the standard portion of config space

-xxx Show hex-dump of the whole config space (dangerous; root only)

-s [[<bus>]:][<slot>][.[<func>]] Show only devices in selected slots

-d [<vendor>]:[<device>] Show only selected devices

-t Show bus tree

-X Show in format suitable for use in XFree86Config

-m Produce machine-readable output

-i <file> Use specified ID database instead of /usr/share/misc/pci.ids

-M Enable `bus mapping’ mode (dangerous; root only)

-P <dir> Use specified directory instead of /proc/bus/pci

-H <mode> Use direct hardware access (<mode> = 1 or 2)

-F <file> Read configuration data from given file

-G Enable PCI access debugging

mii-tool

mii-tool berguna  untuk melihat, memanipulasi status interface media-independent. Tool ini juga berguna untuk memeriksa status dari interface network / Media Independent Interface (MII). Kebanyakan adapter Ethernet menggunakan MII untuk autonegotiate link speed dan setting duplex

Option dari mii-tool adalah sebagai berikut :
usage: mii-tool [-VvRrwl] [-A media,… | -F media] [interface …]
-V, –version               display version information
-v, –verbose                more verbose output
-R, –reset                     reset MII to poweron state
-r, –restart                   restart autonegotiation
-w, –watch                  monitor for link status changes
-l, –log                         with -w, write events to syslog
-A, –advertise=media,…  advertise only specified media
-F, –force=media        force specified media technology

media: 100baseT4, 100baseTx-FD, 100baseTx-HD, 10baseT-FD, 10baseT-HD,
(to advertise both HD and FD) 100baseTx, 10baseT

arp

Secara internal ARP melakukan resolusi address dan ARP berhubungan langsung dengan Data Link Layer. ARP mengolah sebuah tabel yang berisi IP-address dan Ethernet Card. Dan tabel ini diisi setelah ARP melakukan request (broadcast) ke seluruh jaringan.
Option dari arp :
-a                       display (all) hosts in alternative (BSD) style
-s, –set               set a new ARP entry
-d, –delete         delete a specified entry
-v, –verbose      be verbose
-n, –numeric     don’t resolve names
-i, –device         specify network interface (e.g. eth0)
-D, –use-device         read <hwaddr> from given device
-A, -p, –protocol       specify protocol family
-f, –file                      read new entries from file or from /etc/ethers

ifconfig

Tool  ini digunakan untuk mengkonfigurasikan network interface. Dulu digunakan pada saat boot untuk mensetting interface jika diperlukan setelah itu biasanya hanya digunakan ketika debugging atau ketika system membutuhkannya. Jika tidak ada argumen maka ifconfig akan menampilkan status pada interface yang aktif saat itu.

Option dari ifconfig :
ifconfig [-a] [-v] [-s] <interface> [[<AF>] <address>]
[add <address>[/<prefixlen>]]
[del <address>[/<prefixlen>]]
[[-]broadcast [<address>]]  [[-]pointopoint [<address>]]
[netmask <address>]  [dstaddr <address>]  [tunnel <address>]
[outfill <NN>] [keepalive <NN>]
[hw <HW> <address>]  [metric <NN>]  [mtu <NN>]
[[-]trailers]  [[-]arp]  [[-]allmulti]
[multicast]  [[-]promisc]
[mem_start <NN>]  [io_addr <NN>]  [irq <NN>]  [media <type>]
[txqueuelen <NN>]
[[-]dynamic]
[up|down] …

route

Tool ini digunakan untuk mengatur routing static untuk menjelaskan host atau network melalui interface setelah dikonfigurasi dengan ifconfig. Ketika add dan del digunakan, route memodifikasi table routing. Tanpa option, route akan menampilkan isi dari table routing pada saat itu

Penggunaan route sebagai berikut :
route [-CFvnee]

route  [-v]  [-A  family] add [-net|-host] target [netmask Nm] [gw Gw] [metric N] [mss M]
[window W] [irtt I] [reject] [mod] [dyn] [reinstate] [[dev] If]

route  [-v] [-A family] del [-net|-host] target [gw Gw] [netmask Nm]  [metric  N]
[[dev]  If]

route  [-V] [–version] [-h] [–help]

 

ping

Ping menggunakan protocol ICMP mandatory ECHO_REQUEST datagram untuk mendapatkan ICMP ECHO_RESPONSE dari host atau gateway. Datagram ECHO_REQUEST mempunyai IP dan ICMP header.

Option dari ping sebagai berikut :
ping  [ -LRUbdfnqrvVaAB]  [ -c count]  [ -i interval]  [ -l preload]  [ -p pattern]  [ -s
packetsize]  [ -t ttl]  [ -w deadline]  [ -F flowlabel]  [ -I interface]  [ -M  hint]   [
-Q tos]  [ -S sndbuf]  [ -T timestamp option]  [ -W timeout]  [ hop …]  destination

Traceroute

Tool yang digunakan untuk memerika jalur paket mencapai host dalam suatu jaringan. Internet adalah sangat besar dan komplek dimana banyak hardware terkoneksi bersama melalui sebuah gateway.

Option dalam traceroute :
traceroute [ -dFIlnrvx ] [ -f first_ttl ] [ -g gateway ]
[ -i iface ] [ -m max_ttl ] [ -p port ]
[ -q nqueries ] [ -s src_addr ] [ -t tos ]
[ -w waittime ] [ -z pausemsecs ]
host [ packetlen ]

Contoh dari traceroute
[yak 71]% traceroute nis.nsf.net.
traceroute to nis.nsf.net (35.1.1.48), 30 hops max, 38 byte packet
1  helios.ee.lbl.gov (128.3.112.1)  19 ms  19 ms  0 ms
2  lilac-dmc.Berkeley.EDU (128.32.216.1)  39 ms  39 ms  19 ms
3  lilac-dmc.Berkeley.EDU (128.32.216.1)  39 ms  39 ms  19 ms
4  ccngw-ner-cc.Berkeley.EDU (128.32.136.23)  39 ms  40 ms  39 ms
5  ccn-nerif22.Berkeley.EDU (128.32.168.22)  39 ms  39 ms  39 ms
6  128.32.197.4 (128.32.197.4)  40 ms  59 ms  59 ms
7  131.119.2.5 (131.119.2.5)  59 ms  59 ms  59 ms
8  129.140.70.13 (129.140.70.13)  99 ms  99 ms  80 ms
9  129.140.71.6 (129.140.71.6)  139 ms  239 ms  319 ms
10  129.140.81.7 (129.140.81.7)  220 ms  199 ms  199 ms
11  nic.merit.edu (35.1.1.48)  239 ms  239 ms  239 ms

mtr

Tool yang digunakan untuk memeriksa/ mendiagnosa network. Mtr mengkombinasikan fungsi dari traceroute dan ping dalam sebuah tool tunggal dalam sebuah jaringan sederhana. Mtr mulai dengan menginvestigasi koneksi host-host dalam jaringan dengan cara mengirimkan paket dengan fungsi TTLs rendah.

Opsi dari mtr sebagai berikut :
mtr  [-hvrctglsni]  [–help]  [–version]  [–report]  [–report-cycles COUNT] [–curses]
[–split]  [–raw]  [–no-dns]  [–gtk]   [–address IP.ADD.RE.SS]   [–interval SECONDS]
[–psize BYTES | -p BYTES] HOSTNAME [PACKETSIZE]

netstat

Tool ini dapat mencetak koneksi jaringan, routing table, statistic interface, koneksi masquerade dan anggota multicast.

Opsi dari netstat sebagai berikut :

netstat  [address_family_options]  [–tcp|-t]  [–udp|-u]   [–raw|-w]   [–listening|-l]
[–all|-a]  [–numeric|-n]  [–numeric-hosts] [–numeric-ports] [–numeric-users] [–sym-

 

 

Modul 4

Analisa Protokol Layer 2 dan 3 Menggunakan Wireshark-TCPDUMP

Pada modul ini saya akan membahas tentang Analisa protocol layer 2 dan 3 menggunakan Wireshark-TCPDUMP, semoga postingan saya ini bermanfaat bagi teman-teman.

Nomor IP diperlukan oleh perangkat lunak untuk mengidentifikasi komputer pada jaringan, namun nomor identitas yang sebenarnya diatur oleh NIC (Network Interface Card) atau kartu jaringan yang juga mempunyai nomor unik. Pengalamatan di NIC biasa disebut dengan MAC Address. Pengalamatan ini merupakan bagian dari Ethernet.

Alamat kartu jaringan ini terdiri atas 48 bit, 24 bit ID dari pabrik pembuat sedangkan 24 bit sisanya adalah nomor urut/sequence number. Oleh karena itu setiap kartu jaringan TCP/IP merupakan standar tentang mekanisme kerja jaringan, sehingga perangkat lunak dan perangkat keras dari berbagai vendor dapat saling berkomunikasi. Agar dapat bekerja maka TCP/IP membutuhkan perangkat keras jaringan dalam hal ini adalah Ethernet, meskipun Ethernet bukan bagian dari TCP/IP, TCP/IP hanya berinteraksi untuk menggunakan fasilitasnya menggerakan paket. Pengalamatan Ethernet sudah dijelaskan diatas.

ARP (Addres Resolutation Protocol)

Secara internal ARP melakukan resolusi address dan ARP berhubungan langsung dengan Data Link Layer. ARP mengolah sebuah tabel yang berisi IP-address dan Ethernet Card. Dan tabel ini diisi setelah ARP melakukan request (broadcast) ke seluruh jaringan.
Option dari arp :
-a                       display (all) hosts in alternative (BSD) style
-s, –set                set a new ARP entry
-d, –delete             delete a specified entry
-v, –verbose            be verbose
-n, –numeric            don’t resolve names
-i, –device             specify network interface (e.g. eth0)
-D, –use-device         read <hwaddr> from given device
-A, -p, –protocol       specify protocol family
-f, –file               read new entries from file or from /etc/ethers

ARP Cache

Tadi sedikit disinggung bahwa menjalankan command telnet maka host akan mengecek ARP Cache berisi tabel IP host serta physical adrees komputer. ARP Cache akan bertambah jika arp request mendapat jawaban. ARP Cache ini diatur secara dinamik oleh kernel. Untuk melihat bisa pakai command arp-a. kita bisa melakukan penghapusan sebuah entry ARP dengan arp-d hostname.

TCDump

Dengan menjalankan TCP Dimp, kita bisa melihat semua traffic yang masuk atau meninggalkan NIC dan bisa melihat aktifitas jaringan. TCPDump akan berjalan dengan menjalankan command tcpdump [-n]-t}-e] dst. Dengan TCPDump kita bisa : Memilih paket yang diminati, memilih paket berdasarkan alamat host, memilih paket berdasarkan tipe traffic.

Wireshark

          Wireshark merupakan software sniffer gratis yang sudah bebentuk Graphical User Interface(GUI). Software ini berjalan baik di linux. Dengan grafiknya mempermudah melihat setiap detail sebuah paket dan frame wthernet.

 

 

Modul 5

KONSEP IP DAN NETMASK

 

Pada modul ini saya akan membahas tentang Konsep IP dan Netmask.

CEKIDOT !!!

 

 

TCP/IP merupakan protocol paling popular saat ini dipakai. Salah satu aturan yang ada pada TCP/IP pengalamatan pada setiap komputer yang ada di jaringan. Pengalamatan yang ada di jaringan biasa disebut dengan IP. Nomor IP terdiri dari bilangan biner sepanjang 32-bit yang dibagi atas 4 bagian. Tiap bagian terdiri atas8 bit. Jadi jangkauan nomor IP yang bisa digunakan adalah dari 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai dengan 11111111.11111111.11111111.11111111.

Untuk memudahkan pembacaan dan penulisan, IP Address biasanya direpresentasikan dalam bilangan decimal. Jadi, range address di atas dapat diubah menjadi address 0.0.0.0 sampai address 255.255.255.255. nilai decimal dari IP Address inilah yang dikenal dalam pemakaian sehari-hari. Beberapa contoh IP Address adalah:

202.95.151.129

202.58.201.211

172.16.122.204

Netmask/Subnetmask

Untuk pengelompokan pengalamatan, selain nomor IP dikenal juga netmask atau subnetmask. Yang besarnya sama dengan nomor IP yaitu 32 bit. Ada tiga pengelompokan besar subnet mask yaitu dengan dikenal, yaitu 255.0.0.0 , 255.255.0.0 dan 255.0.0.0

Pada dunia jaringan, subnetmask tersebut dikelompokan yang disebut class dikenal tiga class yaitu:

  1. Class A, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.0.0.0
  2. Class B, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.0.0
  3. Class C, adalah semua nomor IP yang mempunyai subnetmask 255.255.255.0

 

Gabungan antara IP dan Netmask inilah pengalamtan komputer dipakai. Kedua hal ini tidak bisa lepas. Jadi penulisan biasanya sbb:

IP                             :  202.95.151.129

Netmask                   :  255.255.255.0

Suatu nomor IP kita dengan nomor IP tetangga dianggap satu kelompok (satu jaringan) bila IP dan Netmask kita dikonversi jadi biner dan diANDkan, begitu juga nomor IP tetangga dan Netmask dikonversi jadi biner dan diANDkan, jika kedua hasilnya sama maka satu jaringan. Dan kita bisa berhubungan secara langsung.

PRAKTIKUM

  1. Nomor IP Percobaan yang dipakai adalah : 192.168.1.1 – 192.168.1.254 dengan netmask 255.255.255.0 dan broadcast 192.168.1.255. atur dengan teman supaya nomor IP tidak bertabrakan, tidak ada nomor IP yang sama.
  2. Masuklah ke sistem komputer yang memiliki sistem operasi Linux dan login sebagai root

modul  5 (1)

Untuk masuk ke root@labkom caranya denga mengetikan sudo – s Hasilnya seperti pada gambar diatas. Masukan password yaitu labkom.

3. Ceklah Ethernet card yang ada pada komputer anda pastikan beres dan jika ada masalah mintalah ke dosen/asisten

4. Cek nomor IP anda dengan menjalankan perintah infconfig, catat hasilnya

modul  5 (2)

5.  Ganti nomor IP anda dengan range 192.168.1.1 – 192.168.1.254, atur dengan teman supaya tidak ada yang memakai nomor  IP yang sama. Contoh: sudo ifconfig eth5 192.168.1.3/24

modul  5 (3)

Secara otomatis nomor IP Address akan terganti dengan nomor yang tadi kita masukkan yaitu dengan nomor ifconfig eth5 192.168.1.3

6. Setelah melakukan konfigurasi untuk melihat hasilnya ketikan perintah ifconfig

7. Selanjutnya lakukan tes konektifitas dengan menggunakan perintah ping no_address dengan komputer lain yang berada pada 1 jaringan. Untuk menghentikan tekan Ctrl + C dan analisa hasilnya

modul  5 (4)

8. Melihat konfigurasi jaringan hasil dari pengubahan permanen root@labkom#infconfig

modul  5 (5)

 

 

Modul 6

KONSEP SUBNETTING

Pada modul ini saya akan membahas tentang Konsep Subnetting, semoga postingan saya ini bermanfaat bagi teman-teman.

Subnetting adalah upaya / proses untuk memecah sebuah network dengan jumlah host yang cukup banyak, menjadi beberapa network dengan jumlah host yang lebih sedikit. Adapun kegunaan dari subnetting adalah

  • Untuk menentukan batas network ID dalam suatu subnet.
  • Memperbanyak jumlah network (LAN)
  • Mengurangi jumlah host dalam satu network
  • Untuk mengurangi tingkat kongesti (gangguan/ tabrakan) lalulintas data dalam suatu network.

Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara yaitu binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24. Penjelasanya adalah bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Kenapa bisa seperti ?maksud /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.

  1. 1.        Contoh kasus Subnetting yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 10.0.0.0/16.

 

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A

Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.

Analisa:

10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).

Penghitungan:

  1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
  3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
  1. Contoh kasus Subnetting yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 172.16.0.0/18 dan 172.16.0.0/25.

      

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B

Berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.

>> Contoh network address 172.16.0.0/18

Analisa:

172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).

Penghitungan:

  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.

>> Contoh network address 172.16.0.0/25.

Analisa:

172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).

Penghitungan:

  1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
  3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C

Analisa :

192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).

Penghitungan :

  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya g5adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.

 

 

Modul 7

Analisa Paket Layer Transport Menggunakan Wireshark

Pada modul ini saya akan membahas tentang Analisa Paket Layer Transport Menggunakan Wireshark.

CEKIDOT !!!

Transport layer atau lapisan transport merupakan lapisan keempat dari model referensi OSI dan jantung dari hierarki protocol secara keseluruhan. Tugas layer ini menyediakan data transport yang bisa diandalkan dan efektif biayanya dari komputer sumber ke komputer tujuan, yang tidak bergantung pada jaringan fisik atau jaringan-jaringan yang digunakan. Tanpa transport layer, seluruh konsep protocol yang menggunakan layer tidak ada gunanya.

Layer atau lapisan ini yang mengatur koneksi dari satu ujung ke uung yang lain (komputer pengirim ke komputer penerima) dan juga yang membangun koneksi logic antara host pegirim dengan penerima dalam jaringan. Layer ini jugalah yang mengatur dan mengimplementasikan layanan transport yang handal antar jaringan transparan untuk layer-layer diatasnya (upper layer).

Dalam TCP/IP Transport Layer digunakan 2 macam protokol, yakni TCP dan UDP. Masing-masing protokol memiliki karakteristik tertentu dan mendukung protokol-protokol pada layer di atasnya. Misalnya TCP mendukung HTTP dan FTP, sementara UDP mendukung DNS dan TFTP. Perbedaan antara kedua protokol tersebut ada pada reliabilitasnya.

Untuk menjalanakan tugasnya baik TCP dan UDP menambahkan header pada data yang akan dikirim. Isi header antara kedua protokol tersebut berbeda, sesuai dengan karakteristik masing-masing protokol. Header yang dipasang oleh kedua protokol tersebut dapat identifikasi dan dianalisis dengan menggunakan network analyzer tool, salah satunya adalah Wireshark.

Wireshark adalah sebuah alat bantu analisis jaringan, yang akan mencoba “menangkap” paket-paket jaringan dan berusaha untuk menampilkan semua informasi di paket tersebut sedatail mungkin. Wireshark dapat digunakan untuk pemecahan masalah jaringan, analisis, pengembangan perangkat lunak dan protokol, serta untuk keperluan edukasi.

Kita bisa mengumpamakan sebuah Network Packet Analyzer sebagai alat untuk memeriksa apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam kabel haringan, seperti halya voltmeter atau tespen yang digunakan untuk memeriksa apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam sebuah kabel listrik.

Dulunya, tool-tool semacam ini sangatlah mahal harganya, dan biasanya dengan embel-embel hak cipta. Namun dengan adanya WireShark, kita akan sangat dimudahkan. Makanya tidak sedikit yang bilang bahwa WireShark adalah salah satu tool gratis (dan bahkan sumber terbuka) terbaik untuk menganalisa paket jaringan.

Wireshark dapat membaca data secara langsung dari Ethernet, Token-Ring, FDDI, serial (PPP dan SLIP) 802.11 wireless LAN, dan koneksi ATM. Program ini juga sering digunakan oleh chatters untuk mengetahui IP korban maupun para chatter lainnya lewat typingan room. Tool wireshark dapat menganalisa transmisi paket data dalam jaringan, proses koneksi dan transmisi data antar komputer. Selama kita bisa mendapatkan paket langsung dari jaringan, dengan tools seperti Wireshark, maka kita juga bisa memanfaatkan Wireshark untuk ‘menyadap’ pembicaraan Voice over IP.

 

 

 

Modul 8

Routing 1 (Cisco Router Command Line Fundamentals)

 

Kombinasi dari netmask dan IP address menentukan range alamat yang terkoneksi langsung. Dengan Netmask, IP address dibagi menjadi dua bagian yaitu net address dan host address. Mesin-mesin yang terkoneksi langsung akan memiliki net address yang sama, artinya berbeda pada jaringan yang sama. Dengan memeriksa net address dari mesin pengirim dan mesin tujuan maka TCP/IP dapat memutuskan apakah mesin pengirim dan tujuan terkoneksi langsung atau tidak.

PRAKTIKUM

Sebuah perusahaan memiliki dua gedung dalam melakukan aktifitasnya. Masing-masingn gedung, atas pertimbangan keamanan dan performa, memiliki jaringan komputer yang berbeda.

Jaringan A adalah jaringan komputer yang ada di gedung lama perusahaan. Jaringan ini adalah jaringan 192.168.1.0/24, mencakup 50 buah komputer dan PC Alice adalah salah satunya. PC Alice memiliki IP address 192.168.1.5

Sedangkan jaringan B adalah jaringan di gedung baru. Jaringan ini adalah jaringan 192.168.2.0/24. Salah satu PC yang ada di gedung baru adalah PC Bob yang memiliki IP Address 192.168.2.13. agar Alice yang berada pada jaringan A dapat berkomunikasi dengan Bob yang berbeda pada jaringan B, maka harus ada sebuah router yang akan meneruskan paket dari Jaringan A ke jaringan B dan Sebaliknya.

modul  8 (1)

Pengenalan Cisco Router

1. Connect a rollover cable to the console port on the router and the other end to the PC with a DB-9 or DB-25 adapter to a COM port. This sholud be completed prior to powering on any devices

2. Hidupkan komputer

3. Pada PC jalankan program Hyper terminal (Ms. Windows) atau Minicom (Linux)

4. Buat sebuah koneksi pada program tersebut dengan ketentuan

Bits persecond : 9600

Data bits : 0

Parity : None

Stop bits : 1

Flow control ; None

5. Ketika windows Hyper Terminal seasion muncul, nyalakan router. Jika router sudah dinyalakan, tekan enter. Seharusnya muncul erspon dari router di Hyper terminal

6. Coba untuk login ke router, jika sukses akan keluar prompt

Mengenal beberapa perintah dasar Cisco

  • Untuk masuk ke privileged

Router > eneble

  • Untuk keluardari privileged mode ke user mode ketikan

Router # disable

  • Untuk masuk ke global configuration mode, dari Privileged mode ketikan:

Router # configure terminal

modul  8 (2)

Jika menggunakan Interface Serial

  • Lihat interface apa yang ada pada router, gunakan perintah

Router#show ip interface brief

  • Dari global configuration mode masuk ke interface mode untuk interface

Router(config)#interface s0/0/0

  • Beri deskripsi interface
  • Tentuka clock rate
  • Hidupkan status interface
  • modul  8 (3)

jika komputer berwarna hijau pada titik tersebut berarti komputer sudah terkoneksi

modul  8 (4)

Setelah itu kita lakukan PING

modul  8 (5)

 

 

 

 

 

 

 

Modul 9

Routing 2 (Cisco Static Routing)

 

Pada modul ini saya akan membahas Routing 2 (Cisco Static Routing), semoga postingan saya ini bermanfaat bagi teman-teman.

Routing adalah proses dimana suatu item dapat sampai ke tujuan dari satu lokasi ke lokasi lain. Beberapa contoh item yang dapat dirouting :mail, telepon call, dan data. Di dalam jaringan, Router adalah perangkat yang digunakan untuk melakukan routing trafik. Untuk dapat me”routing” segala sesuatu, Router, atau segala sesuatu yang dapat melakukan fungsi routing,   membutuhkan informasi sebagai berikut :
~ Alamat Tujuan/Destination Address – Tujuan atau alamat item yang akan dirouting

~ Mengenal sumber informasi – Dari mana sumber (router lain) yang dapat dipelajari oleh router dan memberikan

jalur sampai ke tujuan.

~ Menemukan rute – Rute atau jalur mana yang mungkin diambil sampai ke tujuan.

~ Pemilihan rute – Rute yang terbaik yang diambil untuk sampai ke tujuan.

~ Menjaga informasi routing – Suatu cara untuk menjaga jalur sampai ke tujuan yang sudah diketahui dan paling sering terjadi.
Tabel Routing

Sebuah router mempelajari informasi routing dari mana sumber dan tujuannya yang kemudian ditempatkan pada tabel routing. Router akan berpatokan pada tabel ini, untuk memberitahu port yang akan digunakan untuk meneruskan paket ke alamat tujuan.

modul 9(1)

Jika jaringan tujuan tidak terhubung langsung di badan router, Router harus mempelajari rute terbaik yang akan digunakan untuk meneruskan paket. Informasi ini dapat dipelajari dengan cara :

Manual oleh “network administrator”

Pengumpulan informasi melalui proses dinamik dalam jaringan.

Jika jaringan tujuan, terhubung langsung (directly connected) di badan router, Router sudah langsung mengetahui port yang harus digunakan untuk meneruskan paket.
~ Routing adalah proses dimana suatu item dapat sampai ke tujuan dari satu lokasi ke lokasi lain. Untuk bisa me-routing, sebuah router harus tahu alamat tujuan, alamat asal/source, rute awal yang mungkin, dan path/jalur terbaik.
~ Informasi routing adalah router mempelajari, baik statik maupun dinamik, kemudian informasi tersebut ditempatkan dalam routing tabelnya.
~ Rute Statik adalah rute atau jalur spesifik yang ditentukan oleh user untuk meneruskan paket dari sumber ke tujuan. Rute ini ditentukan oleh administrator untuk mengontrol perilaku routing dari IP “internetwork”.
~ Untuk mengkonfigurasi sebuah rute statik, masukkan perintah “ip route” dengan diikuti parameter: network, mask, address/alamat, interface, dan jarak/distance.
~ “Default route” adalah tipe rute statik khusus. Sebuah “default route” adalah rute yang digunakan ketika rute dari sumber/source ke tujuan tidak dikenali atau ketika tidak terdapat informasi yang cukup dalam tabel routing ke network tujuan.

PRAKTIKUM

modul 9 (2)

Setting kabel serial interface

Tentukan dahulu yang mana DTE dan DCE. Lihat gambar berikut :

modul 9 (3)

Atau juga bisa dicek dengan perintah (dalam hal ini pada R1):

Router# show controllers serial 0/1/0

……

V.35 DCE Cable

……

 

Setelah itu setting IP address dan berikan clock rate hanya pada DCE cable yang akan memberikan clocking sinyal.

Router# configure terminal

Router(config)# interface serial 0/1/0

Router(config-if)# ip address 192.168.2.1 255.255.255.0

Router(config-if)# clock rate 64000

Router(config-if)# no shutdown

Setting Router RIP

Untuk setting pada konfigurasi berbasis routing RIP, maka yang dimasukkan hanya jaringan

yang terhubung langsung, misal pada R1, yang dimasukkan adalah jaringan 192.168.1.0/24 dan

192.168.2.0/24

Konfigurasi pada R1 :

Router# configure terminal

Router(config)# router rip

Router (config-router)# network 192.168.1.0

Router (config-router)# network 192.168.2.0

Router (config-router)# CTRL-Z Router#

 

Cek konfigurasi

Untuk mengecek konfigurasi yang telah dibuat, dan menguji apakah semua router sudah dalam keadaan konvergen, maka dapat dicek sebagai berikut :

 

modul 9 (4)

Keterangan :

R  : menggunakan routing protocol RIP.

Untuk menuju ke jaringan 192.168.4.0/24 dapat melalui gateway 192.168.2.2 dengan jumlah hop

1 (dari 120/1)

Untuk menuju ke jaringan 192.168.6.0/24 dapat melalui gateway 192.168.2.2 dengan jumlah hop

2 (dari 120/2)

 

 

 

Modul 10

Basic Linux Server

Pada modul ini saya akan membahas Basic Linux Server, semoga postingan saya ini bermanfaat bagi teman-teman.

Perintah-perintah dalam sistem opeeasi linux bersifat case sensitive artinya membedakan antara huruf besar dan kecil. Misalnya tulisan ‘ls’ dengan ‘LS’ atau ’Ls’ atau ‘ls’ akan diterjemahkan berbeda. Ada juga aturan penulisan untuk karakter khusus atau white space seperti karakter spasi, ‘/’,’’’’,’@’, dll yaitu ditambahkan tanda ‘\’ sebelum karakter tersebut.

Pada praktikum ini, hanya dibahas command mode dan insert mode. Command mode merupakan mode default saat memanggil vi. Kita dapat memastikan bahwa berada pada command mode atau bukan dengan menekan tombol Esc. Untuk masuk pada insert mode dengan menekan tombol i (insert). Pada mode ini kita dapat menulis apapun yang kita mau. Apabila kita te;ah selesai menulis, kita dapat menyimpan dan keluar dari vi dengan terlebih dahulu masuk ke command  mode dengan menekan tombol Esc, lalu ketikan perintah :wq.

Konfigurasi virtual host

Virtual host merupakan cara untuk mengatur banyak website atau URL. Di dalam satu mesin atau satu IP. Misalkan kita mempunyai banyak domain tapi hanya mempunyai 1 IP public atau 1 server. Cara untuk mengatasi masalah itu adalah dengan cara membuat virtual host yang ada di settingan apachenya. Virtual host bisa anda gunakan setelah anda menginstall package-package apache dan sudah pasti web server anda sudah berjalan dengan baik.

DHCP Server

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memindahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, Banyak parameter jaringan yang dapa tdiberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS Server.

Sekian postingan saya kali ini, semoga postingan ini dapat membantu rekan-rekan dalam belajar memahami masalah jaringan komputer.

untuk lebih jelasnya teman-teman dapat download file seluruh praktikum di https://rizkiwirawanto.wordpress.com/category/semester-4/jaringan-komputer/